• 2021-09-22
  • Admin

Geosintetik (Geotextile Woven, Non Woven & Geogrid)

GEOSINTETIK merupakan produk yang terbuat dari polimer material ( HDPE, PET, PP ) yang diaplikasikan sebagai suatu struktur dalam rekayasa konstruksi. ‟GEO‟ pada GEOSINTETIK dikorelasikan pada aplikasinya yang kerap diaplikasikan pada tanah dan bebatuan. Fungsi Geosintetik terdiri dari separasi, perkuatan, filtrasi, drainase, proteksi, kontrol erosi, ataupun sebagai bending/tanggul.

Secara umum,geosintetik dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk fisik, sifat kelulusan air dan proses pembuatannya.

2. Bagaimana Proses Pembuatan Geosintetik?

Proses pembuatan geosintetik dapat diklasifikasi menjadi 2, yakni
a. Proses pembentukan polimer

b. Proses pembentukkan elemen liner

  • Geotekstil teranyam
    Proses penganyaman geotekstil terlihat seperti dua set benang yang saling menyilang tegak lurus

stilah warp dan weft biasa digunakan untuk membedakan dua arah benang yang berbeda. Warp adalah benang arah longitudinal yang bergerak searah mesin / Machine Direction( MD ) . Weft merupakan benang yang bergerak dalam arah lebar atau melintang / Cross Machine Direction (CD).

  • Geotekstil tak-teranyam
    Geotekstil tak-teranyam dibuat dengan proses yang berbeda dibandingkan geotekstil teranyam. Proses ini mencakup penebaran serat-serat secara menerus pada conveyor belt sehingga membentuk jarring lepas. Jaring lepas ini kemudian melewati alat untuk mengikat dengan cara mekanis, pemanasan maupun kimiawi. Pengikatan dengan cara mekanis dilakukan dengan menghantamkan ribuan jarum melalui jarring lepas tersebut.
  • Geogrid Ekstrusi
    Geogrid ekstrusi dibuat dari lembaran polimer dalam dua atau tiga tahap

Tahap pertama : Lembaran polimer dimasukkan kedalam mesin pelubang sehingga membentuk lubang-lubang dalam pola grid yang teratur

Tahap kedua : Lembaran polimer berlubang tersebut dipanaskan dan ditarik dalam
Arah mesin. Proses penarikan tersebut mengorientasikan arah molekul polimer rantai panjang kearah penarikan sehingga meningkatkan kuat tarik dan kekakuan tarik. Proses tersebut bias dihentikan pada tahap ini dan produk akhirnya adalah geogrid uniaksial.

Tahap ketiga : Geogrid uniaksial dipanaskan dan ditarik kearah melintang sehingga menghasilkan geogrid biaksial